Jumat, 01 Maret 2013

JENDERAL WIRANTO (PURN): PAPUA TIDAK DALAM STATUS PERANG DAN BUKAN PENDEKATAN MILITER DI TANAH PAPUA


Kompas, 25 Februari 2013: Ketua Umum DPP Hanura Jenderal (Purn) Wiranto menilai masalah di Papua tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan militeristik. Masalah Papua, kata dia, harus diselesaikan dengan operasi teritorial atau operasi sosial. "Harus dengan operasi teritorial melalui pembinaan operasi sosial, yaitu diketuk hatinya, agar masyarakat merasa memiliki negeri ini," ujar Wiranto di Jakarta, Senin (25/2/2013). Mantan Panglima ABRI itu mengatakan, keadaan di Papua tidak dalam status perang. Menurutnya, pendekatan yang kini ditempuh pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono cenderung militeristik dan menimbulkan masalah baru. Sebab, masalah di Papua, terangnya, bukan terkait separatisme yang ingin mengganggu keutuhan Indonesia, melainkan tuntutan atas kesejahteraan.

Sebelumnya, delapan anggota TNI dan empat warga sipil dinyatakan tewas ditembak di Papua. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menduga kuat bahwa kelompok separatis bertanggung jawab atas penembakan itu. Penembakan terjadi pada Kamis (21/2/2013) di Tingginambut Puncak Jaya dan Sinak Puncak Jaya, Papua. Pelaku di Puncak Jaya diduga adalah kelompok Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) pimpinan Goliath Tabuni. Sementara penembakan yang terjadi di Distrik Sinak diduga adalah kelompok bersenjata pimpinan Murib.

Tidak ada komentar: