Selasa, 17 Februari 2015

SURAT GEMBALA PRAPASKAH USKUP TIMIKA PAPUA 2015 "MEMBANGUN IMAN MELALUI POLA HIDUP SEHAT DAN BERTANGGUNGJAWAB"

MEMBANGUN IMAN
MELALUI POLA HIDUP SEHAT DAN BERTANGGUNGJAWAB

Saudara-saudara terkasih

Selamat memasuki masa prapaskah, masa di mana kita berpuasa dan berpantang yang diawali dengan tanda abu pada hari Rabu abu. Kita berkesempatan untuk memberi waktu dan perhatian secara khusus dalam doa, puasa dan aksi sebagai ungkapan pertobatan. Tobat adalah menyesal atas kesalahan dan dosa yang sudah kita buat dengan cara membaharui diri kita sesuai dengan tuntutan iman dan ajaran gereja. Dalam masa prapaskah, kita akan merenungkan sengsara Yesus sampai dengan kebangkitanNya. Sengsara dan kebangkitan Tuhan Yesus memberi harapan bagi kita untuk mengalami keselamatan .

 Pada kesempatan masa prapaskah tahun ini, Gereja mengajak kita untuk merenungkan tema “membangun iman melalui pola hidup sehat dan bertanggungjawab”. Beriman bukan hanya soal percaya pada Tuhan tetapi bagaimana kepercayaan itu mempengaruhi kehidupan yang sehat dan bertanggungjawab.Iman mendasari segala tindakan kita untuk mencari kehidupan yang sehat. Untuk itu kita harus menjalani hidup ini dengan penuh tanggungjawab.

Tantangan yang kita hadapi sekarang ini adalah krisis moral yang telah menghancurkan peradaban publik di segala bidang. Manusia tidak menghargai budaya kehidupan. Perilaku manusia mengarah pada kehidupan yang tidak menyehatkan. “ Lonceng kematian “ terjadi di mana-mana karena ulah manusia yang tidak bertanggungjawab . Banyak orang sakit atau mati karena peri laku tidak sehat dari manusia sendiri  seperti peperangan, penghancuran hutan, Miras , sex dan pornogarafi, makanan yang berkelebihan, keteraturan hidup , sikap ketergantungan, pemborosan, pemerasan dan denda mendenda. Secara sadar dan tidak sadar, Kita hidup dalam budaya kematian yang mengancam peradaban zaman ini. Krisis iman dan moral  sebagai akar persoalan yang menyebabkan hidup menjadi tidak sehat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai orang beriman.
Maka itu dalam masa prapaskah ini saya mengajak kita untuk merenungkan tiga hal yaitu iman, hidup sehat dan tanggungjawab.

1.      Hidup Iman.

Iman adalah mendengar firman Tuhan dan melaksanakannya. Firman Tuhan adalah nasehat –nasehat supaya kita hidup sehat dan sejahtera.  Semakin kita mendengar dan melaksanakannya maka kita akan mengalami perubahan hidup , yang selalu membawa harapan baru. Manusia selalu jatuh dalam kesulitan, penderitaan dan masalah-masalah yang silih berganti. Manusia selalu rindu untuk hidup damai dan sehat sejahtera. Melalui penderitaan dan kebangkitan Tuhan Yesus , kita belajar bagaimana menjalani kehidupan ini  agar segala harapan dan kerinduan sebagai orang beriman dapat terpenuhi.

Melalui program evangelisasi pribadi, kita sudah menjalani proses meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan ketrampilan hidup sebagai seorang beriman.  Kita  diajak untuk meningkatkan  pengetahuan, penghayatan dan kesaksian tentang firman Tuhan dan ajarah-ajaran agama. Kalau kita punya pengetahuan yang cukup, maka apa yang kita tahu kita hayati dan apa yang kita hayati kita laksanakan. Orang yang tidak belajar , orang itu tidak tahu apa isi firman Tuhan dan ajaran – ajaran Gereja. Maka dia tidak tahu bagaimana menjalani hidup sebagai orang  beriman dan tidak tahu bagaimana menjelaskan iman dan agamanya kepada orang lain. Maka itu kita diajak untuk meningkatkan keimanan kita a. L melalui kursus dan pelatihan Evangelisasi.
Pertobatan bisa dijalankan melalui belajar untuk mengetahui, menghayati dan melaksanakan  firman Tuhan dan ajaran-ajaran gereja.

2.      Hidup Sehat

Ada ungkapan yang mengatakan  “Hidup sehat bukan tujuan segalanya tetapi  tetapi kalau kita sakit, kita tidak bisa buat segalanya”. Setiap orang merindukan untuk hidup sehat dan sejahtera. Kalau kita sehat, kita bisa buat banyak hal dalam hidup ini. Sebaliknya kalau kita sakit , kita tidak bisa buat banyak karena tubuh kita tidak berdaya. Maka Kita hidup bergantung pada kebaikan orang lain.

Hidup sehat menurut Injil bukan terbatas pada kehidupan fisik tetapi juga kehidupan mental dan spiritual.  Maka itu keprihatinan Yesus memberi makna yang lebih luas. Keprihatinan Yesus karena  belaskasih-Nya,  telah  menggerakkan Yesus membuat mujizat  orang buta  dapat melihat, orang lumpuh bisa berjalan, orang kerasukan setan di bebaskan , orang sakit bisa sembuh, orang lapar diberi makan. Sekalipun Tuhan memberi kesembuhan dengan alasan iman, namun pada hakekatnya hidup sehat menjadi kerinduan setiap orang   untuk dapat menjalani kehidupan yang normal. Dan Tuhan berharap   orang yang menjadi sehat bisa memberi kesaksian.

Hidup sehat bergantung pada apa yang masuk dalam diri kita dan apa yang keluar dari diri kita. Yang masuk dan keluar bisa membuat kita dan orang lain menjadi sehat, kuat dan hidup. Tetapi sebaliknya kalau kita tidak berwaspada maka apa yang masuk akan membuat kita tidak sehat dan apa yang keluar membuat orang lain hidup tidak sehat dan sejahtera.  Maka itu Tuhan berpesan kepada kita carilah makanan yang membuat kamu tidak pernah lapar dan cari lah munuman yang membuat kamu tidak pernah haus ( bdk Yoh 6 : 35 – 36 ). Pesan Yesus berisi harapan kepada kita untuk berbalik pada Tuhan dan firmanNya sebagai jalan,  kebenaran dan hidup. Barangsiapa yang percaya akan memperoleh hidup kekal. Tuhan menawarkan keselamatan bagi manusia untuk membangun diri kita dan lingkungan yang sehat baik rohani maupun jasmani.

Ada ungkapan  yang mengatakan “hidup bukan untuk makan tetapi makan untuk hidup”. Makanan bukan tujuan tetapi sebagai sarana untuk menjalani kehidupan kita yang sehat dan sejahtera. Manusia yang jatuh dalam hawa nafsu dan serakah selalu mengejar makanan tanpa memperhitungkan orang lain. Bahkan hak orang lain dikuras untuk keserakahan dirinya.  Hidup sehat adalah hidup yang menjamin kesejahteraan diri kita dan orang lain. Maka itu segala kelimpahan yang kita peroleh, kita berbagi dan memberdayakan mereka yang kekurangan.

Masa pertobatan adalah masa kita berpantang dan berpuasa untuk mengendalikan segala keserakahan kita yang telah membuat kita dan sesama serta lingkungan menjadi sakit dan menderita. Dengan berpantang dan berpuasa kita belajar dan mempraktekkan hidup berbagi dan memberdayakan mereka yang kecil dan tak berdaya supaya mereka juga dapat mengalami hidup  sehat dan sejahtera.

3.      Hidup bertanggungjawab

Setiap orang diberi tanggungjawab untuk membangun kehidupan iman melalui pola hidup yang sehat. Sering tanggungjawab tersebut kita bebankan pada orang lain. Padahal kita sendiri yang menyebabkan hidup kita kurang beriman dan tidak sehat .  Kita sendiri yang tahu seberapa jauh kehidupan iman  dan kesehatan kita. Maka itu apa yang menjadi tanggungan kita, janganlah dibebankan pada orang lain. Semakin banyak orang menderita karena harus memikul tanggungjawab orang lain. Orang lain dibutuhkan sejauh beban kita  melampaui batas kemampuan kita. Tapi pada akhirnya jangan membiarkan hidup ini menjadi beban orang lain. Persoalan yang kita hadapi sekarang ini bahwa banyak orang yang tidak menjalankan apa yang menjadi tanggungannya.
Tanggungjawab iman menjadi tanggungan kita sendiri . Orang lain tahu iman kita melalui apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan. Dengan iman  yang menjadi tanggujawab kita, kita bisa buat yang baik dan menghindari yang jahat. Tetapi kalau iman tidak mendasari kehidupan kita maka kita tidak tahu mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang suci dan mana yang dosa, mana yang benar dan mana yang salah.

Tanggungjawab kita terhadap hidup sehat entah  jasmani dan rohani akan turut menyehatkan diri kita dan lingkungan kita. Hidup sehat adalah tanggungan kita masing-masing. Hidup sehat atau sakit, dialami oleh kita sendiri. Segala tindakan yang membuat hidup kita tidak sehat, maka kita sendiri yang akan memikul penderitaan dan membatasi ruang gerak kita. Dan sebaliknya tanggung jawab hidup sehat yang kita jalani , akan membuka banyak kemungkinan untuk membantu orang lain.

Saudara-saudara terkasih

Masa prapaskah adalah saat yang tepat untuk kita merenungkan sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan sebagai sumber kekuatan iman  yang menginspirasi kita untuk membangun kehidupan yang sehat dan sejahtera . Kita diberi tanggungjawab untuk meningkatkan pengetahuan dan  penghayatan  tentang iman dan hidup sehatdan mewujudkan dalam kehidupan nyata.

Selamat memasuki masa prapaskah dan selamat menjalankan puasa dan pantang . Tuhan memberkati. Salam dan doaku. Uskup Keuskupan Timika, Mgr john Philip Saklil.


Tag: Keuskupan Timika-Papua

Poskan Komentar