Kamis, 10 Oktober 2013

KRONOLIS PELANGGARAN HAM DI WAGHETE DEIYAI SINCE 23 SEPTEMBER 2013

KEJADIAN PELANGGARAN HAM BERAT DI WAGHETE KAB. DEIYAI PAPUA, LAPORANNYA.

Pada tanggal 23/09/2013 Pelanggaran HAM dara belur menewaskan nyawa manusia mati di tempat dan lainnya luka luka tembakan di waghete deiyai. Ditembak oleh Gabungan militer (polisi, tentara, Brimob, intel, bin, bais, dll). Dengan lantaran lantaran emosi diatas masalah yang ada pihak militer umpan gara mencarinya situasi kesempatan kepada masyarakat begitu aman dan diam.

Laporan nama nama dengan identitasnya kena tembakan sebagai Pelanggaran HAM berat yang telah bungkam di daerah deiyai waghete adalah sebagai berikut :

1). Nama : ALPIUS MOTE , umur : 16 tahun, jenis kelamin : Laki-laki, Pekerjaan : Siswa SMU Negeri 2 waghete , status : belum kawin,
Kena tembakan : mati tempat, peluru kena pinggang masuk ke ara dada tembus keluar, Ditembak oleh Brimob densus 88 bertugas dipaniai.

2). Nama : MARTEN TEKEGE, Umur : 30 tahun, jenis kelamin : Laki-laki, Pekerjaan : Petani, status : sudah Kawin, kena tembakan : Tumit kaki kanan tembus telah berobat. Ditembak oleh Brimob.

3). Nama : Alex Mote, umur : 21 tahun, jenis kelamin : laki-laki, pekerjaan: petani , status : belum kawin, kena tembakan : kedua paha tembus dan peluru masih dalam paha sedang berobat. Di tembak oleh brimob.

4). Nama : FRANS DOGOPIA, umur : 29 tahun, jenis kelamin : laki-laki, pekerjaan : POLPP, Status : sudah kawin. Kena tembakan : pundak bahu belakang. Ditembak oleh Brimob
5). Nama: Yance Pekey Spd, Umur : 46 Tahun, Pekerjaan: Guru SMP Negeri Waghete; Agama : Kristen Protestan; Kondisi Korban: Karena Anak muridnya di tembak mati , maka Pak guru Yance Pekei protes terhadap tindakan brimob yang tidak manusia wi ini , aparat brimob bersama TNI menganiaya muka bengkak , hidung darah langsung amankan polres madii di Paniai sekarang ada di Polres Paniai

6). Nama: Aprida Perempuan

Dari 6 korban yang meninggal adalah Alpius Mote. Dan 1 lagi perempuan. Hal ini dilakukan oleh Densus 88 brimob yang misinya "tembak" sedang bertugas di kab. paniai di bawah pimpinan Polresta Paniai yang telah menempatikan masal sehari di kab. Deiyai pada saat itu. Dengan melihat situasi lantaran emosi atas Masalah yang ada.

Adalah situasi bungkam campur tangan militer antar kabupaten satu dengan kabupaten lain beda administrasi bertugasnya.

www.hrw.org/news/2013/09/30/indonesia-investigate-deadly-shooting-papua
Poskan Komentar