Senin, 02 Juni 2014

THE LAND OF PARADISE YANG SEDANG MENJERIT KESAKITAN




THE LAND OF PARADISE YANG SEDANG MENJERIT KESAKITAN
                        DIONISIUS FLORIANUS AJANG

A.Refleksi Teologis Kisah Penciptaan
1. Penciptaan Alam Raya Dan Segala Isinya
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong;gelap gulita menutupi samudera raya,dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah “Jadilah Terang” lalu terang itu jadi dan seterusnnya (Kej 1:1-5).
Inilah cuplikan sebagian kisah penciptaan jagat raya atau makrokosmos. Bagi umat perjanjian lama atau umat Israel kisah penciptaan ini merupakan mitos bangsa Israel yang diangkat dalam prespektif iman. Oleh sebab itu kisah penciptaan ini pada dasarnya merupakan rumusan iman kepercayaan (credo) umat Israel kepada sang pencipta atau Yahwe. Kisah penciptaan ini memperlihatkan kepada kita bahwa alam raya dan segala isinya merupakan karya tangan Allah. Semua yang ada,yang kelihatan dan tak kelihatan didesain,diola dan diciptakan oleh Allah. Allah adalah arsitek utama dan sekaligus tukang yang merancang dan menciptakan alam raya dan segala isinya.
Bagi umat Israel alam raya dan segala isinya adalah mutlak karya tangan Allah. Karena melalui  ciptaan-Nya ini Allah sekaligus  menghadirkan identitas dan eksistensi atau keberadaan-Nya yang misteri kepada manusia. Allah menciptakan alam raya dan segala isinya dari ketiadaan menjadi ada hanya dangan bersabda.
Bumi atau alam raya yang didiami oleh manusia adalah hadia atau anugerah dari Allah atau pemberian gratis dari Allah  kepada manusia.
Oleh karena itu hal ini merupakan berita kesukaan bagi umat Israel khususnya dan bagi umat manusia umumnya. Hal ini nyata melalui janji Allah kepada umat Israel melalui Abraham,bahwa Ia akan memberikan kepadanya dan keturunannya suatu tanah tertentu di atas muka bumi,sebagai tanah terjanji,yaitu: tanah Kanaan.Tanah Kanaan adalah inti dari jaminan karya penyelamatan yang direncanakan Allah kepada umat Israel.
Menurut teolog,Edward Schillbeeckx,OP bahwa alam raya dan segala isinya adalah sakramen Allah. Baginya keberadaan alam raya dan segala isinya berfungsi mengajarkan kepada manusia tentang eksistensi Allah dan sekaligus menegaskan bahwa itu semua berasal dari Allah dan diciptakan oleh-Nya. Selain itu menurtnya alam raya dan segala isinya merupakan manifestasi atau pewahyuan diri Allah kepada manusia. Tempat di mana Allah bertemu atau berjumpa dan bercakap-cakap dengan manusia. Tempat di mana Allah mengajarkan nilai-nilai Ilahi-Nya kepada manusia. Alam raya dan segala isinya menjadi tanda atau symbol atau sakramen yang menghadirkan realitas atau keberadaan (eksistensi) san Ilahi. Allah yang tak dilihat oleh mata manusia menjadi terlihat secara visual melalui alam raya dan segala isinya. 

2. Penciptaan Manusia (Kej 2:7,15-23)
         
Melalui kisah penciptaan,ditemukan bahwa manusia  diciptakan kemudia atau setelah Alla menciptakan alam raya dan segala isinya. Mengapa manusia diciptakan pada titik akhir proses penciptaan? Mengapa manusia tidak diciptakan pada awal penciptaan? Apakah ada tujuan atau maksudnya?. Inilah sejumlah pertanyaan yang kita renungkan bersama,agar secara kritis menemukan makna terdalam eksistensi manusia  berada di dunia ini,dalam relasinya dengan dunia (alam raya),sesama dan dengan sang pencipta sendiri. Secara terencana manusia diciptakan pada akhir proses penciptaan,karena Allah mempunyai rencana dan kehendak khusus bagi manusia. Rencana atau kehendak atau tujuan itu adalah manusia dijadikan Allah sebagai partner atau rekan atau sahabat-Nya,agar turut ambil bagian dalam misi penyelamatan dan penebusan-Nya kepada sesama manusia lain dan alam raya. Manusia dijadikan Allah sebagai partner-Nya karena manusia diciptakan oleh Allah dengan pola yang lain,yaitudijadikan-Nya serupa atau segambar atau secitra dengan Allah (imagi Dei). Oleh karena itu,Allah memberi perhatian Khusus,perhatian yang spesifik dan terarah kepada manusia. Sebab manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki akal budi,sebagai makhluk segala makhluk ciptaan. Sehingga kepada manusia atau didelegasikan wewenabg  atau kuasa dari Allah untuk mengatur,mengolah,menjaga dan merawat hasil ciptaan lainnya terlebih alam raya (bumi).


B. Gambaran The Land Of Paradise Yang Sedang Menjerit Kesakitan

1.The Land Of Paradise Yang Indah Dan Kaya

Di sini pulauku yang kupuja slalu ,tanah Papua pulau indah,hutan dan lautku yang membisu slalu,cendrawasi burung emas,gunung-gunung lembah-lembah yang  penuh misteri  Kau ku puja slalu keindahan alammu yang mempesona,sungaimu yang yang deras mengalirkan emas, so ya Tuhan terima kasih.
Syair lagu ini tentu takasing lagi bagi kita khususnya kita yang berada di anah Papua. Lagu ini dengan jelas mengisahkan tentang keindahan dan kekayaan tanah Papua. Hutan dan Laut yang indah nan membisu yang di dalamnya mengandung ratusan bahkan jutaan kekayaan alam dan lautnya. Cendrawasi adalah burung emas (The Paradise Brid) karena keindahan bulunya yang berwarna kuning keemasan. Gunung-gunung,lembah-lembah yang penuh misteri. Sungai-sungai yang deras mengalirkan emas. Semuanya menghamparkan keindahan yang menawan dan memilukan sanubari  setiap insane yang menyaksikannya. Oleh sebab itu pantaslah kita yang berada di tanah Papua,baik orang asli Papua maupun non Paua atau pendatang memuji,mengagungkan,dan memuliakan keagungan dan kebesaran karya tangan Tuhan yang memberikan negri yang kaya ini bagi kita,khususnya bagi masyarakat Papua sendiri.
Setiap syair lagu in dengan jelas mendefenisikan ata menguraikan kepada kita tentang keberadaan pulau,hutan,laut,sungai,binatang dan manusianya yang diungkapkan dengan kata “tanah Papua”. Oleh karena itu ketika kita mengungkapkan “tanah Papua” terlintas bdalam benak kita bahwa tanah Papua adalah “The Land Of Paradise” yang indah mempesona,yang kaya raya,yang unik dan antic dengan kekhasan manusianyayang hitam kulit dan keriting ranmbutnya serta yang kaya akan nilai-nilai budayanya.
Tanah Papua adalah sebuah pulau yang mempunyai kekhasan dan kekhususannya sendiri yang berbeda dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Sebuah pulau yang menjadi impian dan incaran banyak orang yang berhasrat merebut dan menguasinya.

2. The Land Of Paradise Yang Sedang Menjerit Kesakitan
Lukisan tentang keindahan,kekayaan dan kunikan serta kekhasan tanah Papua seperti yang terungkap dalam lagu “tanah Papua “ dipertanyakan dan digugat. Apakah keindahan,hutan,sungai,laut,lembah dan gunung-gunung masih disaksikan dan dialami saat ini dan kelak? Apakah kekayaan alam dan laut Papua masih ada atau akan habis? Siapa yang  menikmati kekayaan alam dan laut Papua? Apakah masih eksis manusia Papua di atas tanah Papua ini kelak? Melalui pertanyaan-pertanyaan ini,menuntun kita untuk melihat dengan mata hati kita atas fakta yang telah dan sedang terjadi saat ini di atas tanah yang terberkati ini. Banyak fakta yang menunjukan  hutan,sungai,gunung dan laut Papua telah dan sedang diobrak-abrik,dibabat,digusur,ditebang semena-mena demi memuaskan kerakusan mendapatkan uang dalam jumlah yang lebih besar. Karena ketamakan dan kerakusan para penguasa yang bergerak dibidang indusrti perkayuan dan pertambangan serta kelautan mendorong mereka berlomba-lomba bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah mengeksploitasi dengan semena-mena kekayaan di Papua.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Foker dan belantara Papua dari masyarakat bahwa masuknya perusahan-perusahan tidak melalui prosedur yang sah. Perusahan-perusahan melakukan eksploitasi tanpa tanpa menempuk mekanisme procedural hokum,baik hukum pemerintahan maupun hokum adat serta tanpa suatu perjanjian dan persetujuan yang legitim dengan pihak pemegang hak ulayat atau hak tanah adat secara bermartabat dan adil. Perusahan-perusahan memilih jalan pintas,yaitu langsung berkolusi dengan penentu kebijakan baik di pusat maupun daerah9provinsi,kabupaten dan distrik).
Perusahan-perusahan lebih banyak memperoleh keuntungan daripada masyarakat. Perusahan masuk mengambil segala kekayaan alam tetapi tidak membawah perubahan bagi masyarakat,malah membawa kehancuran dengan merusak hutan tempat beburu,sungai tempat mencari ikan,dan tempat-tempat sakral (kudus) yang merupakan symbol relasi dengan Roh leluhur dan Roh pencipta.



C. Solusi Pastoral
           
Dalam ajaran sosial gereja tentang menjaga kelangsungan ciptaan Allah menciptakan alam yang kaya raya dan menitikannnya kepada manusia sebagai penjaganya . Alam dipakai sejauh mendukung kesejahteraan bersama dan tanpa melupakan genaerasi mendatang. Oleh karena itu sikap manusia dihadapan alam hendaknya seperti sikap seorang penjaga yang bertanggungjawab untuk merawat kekayaan yang dipercayakan kepadanya.Manusia wajib melestarikan alam ciptaan ini dengan sekuat tenaganya.
Kekayaan yang berada di atas tanah Papua ini adalah anugerah atau pemberian Allah kepada nenek moyang yang diwariskan turun-temurun. Oleh karena itu,kekayaan alam ini ini adalah warisan sang pencipta kepada leluhur,maka kita mempunyai kewajiban untuk memelihara atau menjaga dan melindunginya.
Belajar dari makna Allah menciptakan manusia,realita tanah Papua yang hanucr atau menjerit kesakitan dan ajaran social Gereja kita manusia diajak untuk menjaga,melestarikan alam ciptaan ini agar anak cucu kita bisa menikmati kekayaan di tanah ini. Oleh sebab itu mari kita mejdaikan alam ciptaan kita sebagai sahabat (mepa,nai,nayak,tao,namek),bukan menjadikannya sebagai musu,agar ia tetap lestari untuk selama-lamanya.
Poskan Komentar