Senin, 02 Juni 2014

MELIHAT REALITA DI TANAH PAPUA



                                    MELIHAT REALITA DI TANAH PAPUA

                             OLEH: BELAU SAMUEL (KEUSKUPAN TIMIKA)
    
Kitab suci perjanjian lama ini merupakan suatu pembelajaran bagi maha siswa  yang telah mengikuti Tahun Orientasi Rohani (TOR) salah satu pembelajaran pembentukan kepribadian calon Imam Diosesan Regio Papua, dengan tujuan agar para Frater dapat berpikir secara baik, benar  dan kritis dalam  menghadapi realita masyarakat yang terjadi  di papua. pelajaran ini di berikan  oleh fr. Santon tekege Pr. Diberikan  dalam  dua bentuk yakni yang pertama  kami Frater diberikan teori kitab perjanjian lama yakni kejadian sampai kitab yosua, oleh beliau  berlangsung. Selama satu bulan Ini dimaksudakan agar kami dapat mengetahui masalah ketidak adilan bangsa Mesir terhadap bangsa Israel. Disana bangsa Israel di tindas oleh bangsa Mesir selama empat puluh tahun lamanya(40). Dan munculah seorang penyelamat bagi bangsa Israel yakni Musa untuk menyelamatkan bangsa Israel ke padang gurun dan Yosua mengantikan musa dan memimpin bangsa Israel masuk tanah terjanji bagi Bangsa Israel. Dengan demikian sama hal pula dengan bangsa papua yang mana di tindas oleh bangsa indonesia  akhirnya terjadi kemiskinan, ketidak-adilan pemerkosaa wanita papua dan lain- lain terhadap masyarakat Papua. Materi yang kedua adalah para Frater diberikan  nonton filim yang berkaitan dengan ketidak adilan bangsa Indonesia terhadap bangsa papua. Agar  para frater bisa melihat realita yang terjadi di papua ini dengan baik dan benar.  

REALITA MASYARAKAT
Kenyataan dalam kehidupan bangsa Israel, dilihat dari gejala  kehidupan masyarakat yang  masuk dalam realita social adalah  membawa  angka realita yang di siksa di aniaya, keterlantaran, dan ketidakadilan oleh bangsa Mesir terhadap bangsa Israel yang semakin tajam. Dan akhirnya terjadi ketidak-adilan di tanah atau bangsa Mesir terhadap bangsa Israel. Ketajaman ini  terungkap dalam pelajaran kitab suci perjanjian lama yang diberikan oleh  Fr santon Tekege Pr. dan memberikan berbagai penjelasan untuk membuka cakrawala  dalam kedua pertanyaan yang muncul dan dialami dalam kehidupan masyarakat social, terlebih khusus masyarakat asli Papua.
Mengapa orang Papua mengalami masalah kemiskinan dan pemerkosaan, disiksa serta di aniaya oleh bangsa indonesia ?  Mengapa terjadi jurang pemisah antara orang Indonesia dan orang papua?. Dua pertanyaan ini menjadi dasar tuntunan bagiku untuk mencari  jawaban.  Oleh karena itu, jalan panggilanku ini yang menjadi tekad untuk kemudian mengubah keadilan masyarakat yang di tindas oleh bangsa indonesia itu.  Kemiskinan artinya ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan  hidup yang layak, seperti makan, minum pakaian, hidup damai, aman,  secara harkat dan martabat sebagai makluk ciptaan Tuhan. Berbagai lembaga membuat batasan tentang siapa yang bisa disebut miskin mutlak, miskin, dan hampir miskin. Karena itu kerapkali kita biasa dengar pepata yang mengatakan bahwa orang jatuh miskin karena malas dan tidak mau bekerja. Sementara orang menjadi kaya karena membanting tulang untuk kebutuhan sendiri  sedangkan disebut orang kaya kerana melalui pengetahuan. Tetapi sebagian besar orang yang paling keras adalah orang-orang miskin dari pada orang kaya.  Sama hal pula dengan Bangsa Israel yang selalu di tindas oleh Bangsa Mesir selama empat puluh tahun (40) di Mesir 
           Pengalaman kitab suci perjanjian lama merupakan pengalaman yang luar biasa dalam hidupku. Pengalaman ini membawa saya untuk  mengenal  kehidupan  masyarakat  di sekitarnya. Dengan pengalaman ini pula saya bisa mengetahui situasi dan masalah yang terjadi di realita hidup masyarakat papua.  Gereja merupakan sekumpulan dokumen yang dikeluarkan oleh  Tahta Suci atau hierarki Gereja Katolik mengenai perkara-perkara keadilan, kemiskinan, kemakmuran, ekonomi, pemerkosaan dan hubungan internasional. Untuk mengetahui persoalan tersebut, saya harus lebih dalam lagi mempelajari  pelajaran kitab perjanjian lama dan filim mengenai ketidak-adilan bangsa Indonesia tehadap bangsa papua yang di berikan oleh frater Santon Tekege Pr, ini dengan baik dan benar. Dengan bantuan beliau, saya bisa mengetahui  keadaan masyarakat yang memiliki kehidupan yang miskin, sederhana, dan pemerkosaa dari bangsa Indonesia kepada wanita papua. Dan pula hal-hal yang tidak di inginkan oleh bangsa  Indonesia terhadap bangsa papua yang kini terjadi seperti sama halnya dengan bangsa Mesir terhadap bangsa Israel.
  Melalui film dan interview ini saya dapat mengetahui semua perencanaan yang dilaksakan oleh orang-orang yang memiliki wewenang untuk membuat sesuatu yang seenaknya saja. Melihat film yang mengenai pemerkosaan terhadap wanita papua secara besar-besaran yang terjadi di masyarakat papua Barat maupun papua tengah.
Pelajaran kitab suci perjanjian lama ini sangat membantu, mendukung saya sebagai calon imam, maupun imam dalam menjalani hidup. Salah satu pelajaran bagi saya materi  mengenai  filim yang di berikan oleh  Frater Santon Tekege Pr yang membantu dan menampa ilmu saya  ialah  yang sudah kami jalani selama beliau menjadi Pembina TOR.  Pelajaran yang berkaitkan dengan ketidak-adilan  pemerkosaa dan menyiksa dari bangsa Indonesia terhadap bangsa papua.
Dari pengalaman  kitab perjanjian lama dan mengenai filim  yang saya nonton ini, saya  menyadari bahwa Tuhan begitu mencintai kepada bangsa papua yang mana mengalami masalah tersebut di atas dari Bangsa Indonesia. Dengan melihat pengalan diatas saya merefleksikan, namun saya harus berjuan terus – menerus dan mengembangkan diriku dengan pengetahuan- pengetahuan yang saya  dapatkan dari para Dosen, dalam hal ini ialah Fr Santon Tekege Pr. Oleh karena itu, sebagai ucapan syukur kepada Tuhan,  mau mengembangkan segala pengetahuan dan kemampuan untuk membantu masyarakat miskin, lemah dan tertindas oleh Bangsa Indonesia kepada bangsa papua, Ini juga menjadi salah satu wujud nyata dalam pelayanan sebagai seorang calon imam dan imam nantinya. Di tanah damai, tanah surgawi (the land of paradise) yang jatuh ke bumi ini.











Poskan Komentar