Jumat, 23 Agustus 2013

PRESIDEN INDONESIA MINTA DUNIA HORMATI INTEGRASI NKRI, SEMENTARA WARGANYA DIBANTAI HABIS-HABISAN DI INDONESIA



Jakarta 16 Agustus 2013: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dunia agar menghormati integarsi negara Indonesia. Presiden berharap agar dunia tidak terus mengganggu dan memprovokasi kesatuan Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI), tertutama untuk provinsi Aceh dan Papua.   

“Aceh dan Papua adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI. Ini adalah harga mati bagi Indonesia. Ini dipahami semua pihak, baik di dalam dan luar negeri. Menghindari propaganda dan provokasi yang ganggu keutuhan NKRI,” kata Presiden SBY saat menyampaikan pidato kenegaraan di depan anggota DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (16/8).   

Sidang dipimpin Ketua DPD Irman Gusman, dihadiri Wakil Presiden Boediono. Tampak pula mantan Presiden BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, dan Jusuf Kalla. Presiden mengemukakan selama ini bangsa Indonesia senantiasa menghormati keutuhan dan integrasi negara lain. Indonesia tidak pernah ganggu atau provokasi wilayah negara lain.   

Dengan spirit itu, maka Presiden meminta agar negara lain juga menghormati dan menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Negara lain hendaknya tidak menyakiti hati rakyat Indonesia dengan memprovokasi dan propaganda terhadap sejumlah wilayah di Indonesia agar memisahkan diri dari NKRI.   

“Selama ini, kita senantiasa menghormati kedaulatan  dan integritas wilayah negara lain, negara-negara sahabat Indonesia. Oleh karena itu, kita berharap prinsip yang sama juga diterapkan secara resiprokal.  Melalui penegasan ini saya berharap, agar semua pihak bekerja secara aktif untuk mencegah aktivitas politik yang dapat mengakibatkan terganggunya hubungan baik Indonesia dengan negara-negara sahabat.  Jangan lukai perasaan bangsa Indonesia, karena kami juga tidak ingin melukai bangsa lain,” tutur Presiden.   

Presiden mengemukakan konflik di Aceh telah berhasil diakhiri secara damai. Kini saatnya, segenap elemen masyarakat Aceh membangun masa depan yang lebih sejahtera, aman dan damai.   

“Saya mengajak kita semua untuk terus menghindari segala hal yang berpotensi menciptakan kemunduran, dan kembali ke situasi tidak aman seperti yang kita alami pada masa lalu. Semua pihak, termasuk kalangan yang ada di Aceh, dengan sepenuh hati saya harapkan sungguh memegang teguh semangat dan ketulusan hati untuk mengubur konflik di masa lalu, dan kemudian melangkah ke depan untuk membangun diri, dalam naungan NKRI,” tegasnya.   

Dia juga mengatakan, masalah Papua terus diupayakan pendekatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan. Penegakan hukum dan keamanan dilakukan dengan tetap memberikan penghormatan pada Hak-hak Asasi Manusia, dan kekhususan budaya masyarakat Papua. Menurutnya, pemerintah pusat terus meningkatkan besaran anggaran untuk mempercepat dan memperluas pembangunan di Papua. Saat ini, berbagai program pembangunan infrastruktur tengah berlangsung secara intensif di berbagai wilayah Papua.   

“Kita juga sedang merancang suatu formula Otonomi Khusus, yang mampu memberikan nilai tambah dan terobosan baru bagi terwujudnya kemajuan dan kemuliaan Papua,” ungkapnya. [R-14]  
Poskan Komentar